SUMEDANG, JURNAL PERS86 || Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sumedang resmi meluncurkan Program Lumbung Pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis zakat. Peluncuran digelar di Kantor BAZNAS Sumedang, Jumat (2/10/2026), dihadiri perwakilan BAZNAS RI, jajaran Forkopimda, ormas Islam, serta para Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) se-Kabupaten Sumedang.
Ketua BAZNAS Kabupaten Sumedang, Ayi Subhan Hafas, menyampaikan bahwa Program Lumbung Pangan bukan sekadar kegiatan pertanian, melainkan strategi membangun kemandirian dan kekuatan ekonomi masyarakat desa.
“Lumbung Pangan ini bukan hanya sekadar membangun program pertanian, tetapi bagaimana membangun kekuatan ekonomi masyarakat desa melalui pertanian,” ujar Ayi.
Program ini difokuskan pada pengembangan komunitas tanaman jagung, guna membentuk kelompok tani yang kuat, produktif, dan berorientasi usaha. Dana pendukung telah disalurkan ke rekening masing-masing kelompok, dan penanaman akan segera dilaksanakan memasuki musim hujan.
“Secepatnya setelah kondisi musim hujan aman, amanah yang telah disampaikan kepada kelompok-kelompok akan segera kita eksekusi,” tegasnya.
Keberhasilan program ini tidak diukur dari acara peluncuran, melainkan dari keberlanjutan dan perubahan taraf hidup penerima manfaat — dari yang semula menerima bantuan, menjadi mampu mandiri, bahkan dapat berbagi kepada sesama. Inilah esensi program M2M: Mustahik Menjadi Muzaki.
Beragam Program Pemberdayaan Terus Dikembangkan
Selain Lumbung Pangan, BAZNAS Sumedang mengembangkan sejumlah program unggulan lainnya:
– Z-Auto — Program pemberdayaan melalui usaha perbengkelan; saat ini 3 bengkel telah beroperasi dan terus didampingi
– Z-Chicken — Pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan dan pengembangan usaha peternakan.
– Kartu Tangkis — Kartu Pengentasan Kemiskinan, bukan sekadar kartu bantuan, melainkan bagian dari ekosistem penanganan kemiskinan berbasis zakat yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.
BAZNAS Sumedang telah mendata sebanyak 3.056 mustahik melalui proses asesmen menyeluruh. Data ini menjadi dasar penentuan bentuk bantuan, mulai dari kebutuhan dasar hingga peluang usaha. Di bidang kesehatan, bekerja sama dengan Klinik Afiat dan Klinik Muhammadiyah, warga yang belum memiliki BPJS dan memenuhi syarat dapat memperoleh Kartu Tangkis Kesehatan dengan saldo bantuan pengobatan.
Pemkab Sumedang Apresiasi Langkah BAZNAS
Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Sumedang, Rohana, menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap inovasi dan program pemberdayaan BAZNAS Sumedang. Pemerintah Daerah berkomitmen memperkuat sinergi dengan BAZNAS sebagai mitra strategis dalam menanggulangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Diketahui, potensi Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) di Kabupaten Sumedang diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar per tahun, sementara penghimpunan saat ini telah mencapai kurang lebih Rp10 miliar per tahun.
