Kebijakan Baru Kabupaten Bandung Mengguncang Warga: Penutupan Sementara Layanan SKTM

Cileunyi, Jurnal Pers86 – Kebijakan terbaru yang diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung mulai 1 April 2024 mengenai penutupan sementara layanan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) telah memicu kegelisahan di kalangan warga. Kini, layanan tersebut hanya tersedia di rumah sakit tertentu.

Seorang warga Cileunyi Kulon, Dedeh Siti Nurjanah (62), merasakan dampak langsung dari kebijakan ini. Ketika mencoba menggunakan SKTM di Rumah Sakit AMC Cileunyi, ia mendapatkan penolakan dari pihak rumah sakit. Menurut keluarganya, Rudi Supriatna, AMC menegaskan bahwa SKTM tidak lagi berlaku di rumah sakit mereka.

Dedeh, yang memiliki Kartu BPJS atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) yang sudah tidak aktif, berharap SKTM bisa menjadi alternatif. Namun, kebijakan baru ini telah membatasi penggunaan SKTM.

Camat Cileunyi, Akhmad Rifai, membenarkan penutupan sementara layanan ini. “Memang benar, saat ini penggunaan SKTM untuk warga yang sakit sementara ditutup,” ungkapnya.

Kebijakan ini juga mendapat tanggapan dari Sugandi, tenaga pendamping PSM Desa Cileunyi Kulon. Ia berharap kebijakan ini segera dicabut dan SKTM dapat kembali digunakan oleh warga miskin untuk mendapatkan layanan kesehatan. “Saya berharap Bupati bersedia mendengar keluhan dan keresahan warga miskin,” jelasnya.

Sugandi menambahkan, kebijakan ini seringkali membuat mereka yang bekerja di lapangan merasa bingung. Di satu sisi, mereka ingin membantu masyarakat, namun di sisi lain, mereka terhambat oleh kebijakan Pemerintah. “Berharap semua akan kembali normal,” pungkasnya.” (Rudi/Red)

 

RELATED POSTS
FOLLOW US