Kasus Pengeroyokan Pengedar Obat Terlarang di Sumedang: Polisi Tangkap Pelaku dan Amankan Barang Bukti

Posted by : jurnalp1 Maret 26, 2024 Tags : pengeroyokan , Polres Sumedang

Sumedang, Jurnal Pers86 – Seorang pengedar obat terlarang, DSN (20), warga Naluk, Kecamatan Cimalaka, Kabupaten Sumedang, terkapar setelah dikeroyok oleh sesama pengedar. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 15 Maret 2024, sekitar pukul 03.00 WIB.

Kapolres Sumedang, AKBP Joko Dwi Harsono, mengungkapkan bahwa korban saat ini masih dalam kondisi tak sadarkan diri di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang. Sementara itu, tiga pelaku pengeroyokan, yakni AJS alias Hayam, RNH alias Jepret, dan AG alias Jawa, telah diamankan di Mapolres Sumedang.

Menurut AKBP Joko, aksi pengeroyokan tersebut dipicu oleh ketidakpuasan tersangka terhadap operasi pengedaran obat terlarang yang dilakukan korban di bawah kendalinya.

“Dalam penangkapan ketiga pelaku di wilayah Cilengkrang, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk 5 pucuk senjata, alat kejut listrik, puluhan amunisi, ratusan mimis dan gotri, serta 1.000.247 butir obat terlarang dari berbagai merek,” kata AKBP Joko.

Ia menambahkan, “Para tersangka ini dikenal sering membuat kegaduhan dan cukup meresahkan warga sekitar. Diduga, sikap seperti ini diakibatkan oleh penggunaan senjata api dan airsoft gun yang mereka miliki.”

AKBP Joko menegaskan bahwa pihaknya akan fokus terlebih dahulu pada kasus pengeroyokan. Sementara itu, kasus kepemilikan senjata api dan airsoft gun masih dalam tahap pengembangan.

“Kami akan menyelesaikan kasus ini satu per satu. Saat ini, kami fokus pada perkara pengeroyokan. Setelah itu, kami akan mengembangkan ke perkara lainnya,” tegasnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUH Pidana ayat 2 ke 1 dan ke 2 tentang melakukan kekerasan terhadap orang atau barang yang menyebabkan orang luka, dengan ancaman pidana penjara maksimal 7 tahun. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 351 KUH Pidana ayat 2 dan ayat 4 tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat, dengan ancaman pidana penjara maksimal 5 tahun.

“Namun, kemungkinan ada tersangka lain dalam perkembangan kasus ini,” pungkas AKBP Joko. (Red)

RELATED POSTS
FOLLOW US